Tahun 5 Hari 293
"Kak, makasih ya udah dateng." katanya.
"Eh, iya." jawabku.
Ucapannya itu mengagetkanku. Saat itu, pandanganku sedang terantuk pada wajah gadis lain. Beberapa hari yang lalu, sepertinya aku salah membeli tiket. Tanpa kusadari ternyata hari ini dia perform bersama dengan adiknya dalam satu panggung.
"Kakak kok bengong?" tanyanya.
"Eh, nggak kok." jawabku sembari mengalihkan pandanganku ke wajahnya.
"Gimana tadi penampilanku." tanyanya.
"Bagus kok, lebih bagus dari sebelumnya." jawabku.
"Oh ya? Makasih ya? Aku seneng deh kalau kakak dateng ke teater, aku jadi semangat." katanya.
"Oh ya? Wah, syukurlah kalau gitu." jawabku.
"Kakak lagi kenapa sih? Kayaknya nggak seperti kemarin-kemarin." tanyanya.
"Hah? Nggak kok, hahaha. Kayaknya teater lebih rame dari kemarin-kemarin ya?" jawabku mencoba mengalihkan pembicaraan. Mataku sebenarnya tidak ingin lepas dari wajah gadis di ujung ruangan itu.
"Iya, akhir-akhir ini lebih rame. Aku seneng kalau teater rame, aku jadi semangat." katanya.
"Lebih seneng teater rame atau lebih seneng aku dateng?" tanyaku.
"Sebenernya lebih seneng kakak dateng." jawabnya sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu akau akan lebih sering dateng." kataku.
"Beneran kak?" tanyanya.
"Kalau ada rejeki insyaALLAH aku dateng. Doain ya?" jawabku.
"Amiin, iya kak. Mudah-mudahan kakak rejekinya lancar." katanya.
"Amiin. Eh aku balik dulu ya. Nggak enak kalau lama-lama." kataku.
"Iya kak. Makasih ya udah dateng. Minggu depan dateng lagi liat aku perform ya?" katanya.
"InsyaALLAH. Aku balik dulu ya? Assalamu'alaikum." kataku.
"Wa'alaikumsalam." jawabnya.
Lalu aku berlalu dari hadapannya. Setelah beberapa langkah, aku membalikkan badanku. Aku melambaikan tangan tanda perpisahan pada gadis di ujung ruangan itu. Dia membalas lambaian tanganku sambil tersenyum. Gadis yang tadi berbicara denganku sepertinya bingung, kenapa saudaranya melambaikan tangan ke arahnya, dia kemudian membalasnya. Seketika dia tersadar lalu menoleh kebelakang. Tidak ada yang melambaikan tangan ke arah saudaranya. Jadi dia berkesimpulan memang kakaknya melambaikan tangan kepadanya.
Beberapa jam kemudian, muncul notifikasi di ponselku.
"Kak, kayaknya kakak lagi terkenal ya di teater?" sebuah DM muncul di aplikasi Tweetcaster-ku.
"Terkenal apanya?" tanyaku.
"Ini member pada ngomongin kakak. Malah dikira kakak pacarnya Juju. Hahaha." balasnya.
"Hah? Ebuset. Pada ngawur semua T_T" balasku.
"Emang kalau kakak nonton Juju perform, tiap abis high touch dia ngobrol sama kakak ya?" tanyanya.
"Iya, ini udah kali ketiga. Pantesan pada salah paham." balasku.
"Kok sama aku nggak :(" tanyanya.
"Lah .... kamu abis high touch nggak minta aku nunggu buat ngobrol. Lagian enakan DM-DM-an gini kan lebih private hihihi." balasku.
"Aku kan juga pengen ngobrol langsung sama kakak :(" balasnya.
"Bulan depan ada handshake lagi kan? Aku udah beli tiketnya buat handshake sama kamu 2 menit loh." balasku.
"Serius? Asyiik. Aku tunggu loh ya?" balasnya.
"Kok jadi kamu yang seneng sih, harusnya kan aku yang seneng." balasku.
"Abis kakak ketemunya sama Juju terus :(" balasnya.
"Kamu jealous ya?" tanyaku.
"Nggak kok weee." balasnya.
"Boong, pasti jealous #nuduh." balasku.
"Iya aku jealous, tapi ..." balasnya.
"Tapi apa?" tanyaku.
"Tapi boong, weee." balasnya.
"T_T #dikerjain #sesenggukandipojokanfx #korek2lantai" balasku.
"Hahaha kakak lucu deh." balasnya.
"Eh udah larut malem nih, tidur ya? Besok bangun pagi loh." balasku.
"Kan ada kakak yang bangunin via mention :D" balasnya.
"Emang tau klo itu mention dari aku? Ringtonenya beda ya?" tanyaku.
"Nggak sama aja, tapi hatiku tau kalau itu dari kakak." balasnya.
"Pasti bentar lagi balesannya isinya PHP lagi deh kayak tadi T_T" balasku.
"Hahaha. Ya udah, aku tidur dulu ya kak. Met bobo. Oyasunao." balasnya.
"Yup, met bobo ya. Oyasunao. Assalamu'alaikum." balasku.
"Wa'alaikumsalam :)" balasnya.
Sebenarnya aku berharap dia memang cemburu saat itu, tapi itu jelas tidak mungkin. Karena itu aku tidak mau berharap terlalu banyak. Sedari awal aku memang hanya bertekad mendukungnya. Entah bila ALLAH menghendaki lain dengan mengabulkan doaku.
bersambung ....