Tahun 5 Hari 38
"@Nao_DKI48 assalamu'alaikum, selamat pagi. Bangun yuk, udah mau adzan subuh."
"@Nao_DKI48 hai, jangan lupa sholat dhuha biar dimudahkan segala urusan hari ini (^o^)/"
"@Nao_DKI48 udah mau dhuhur nih, jangan lupa sholat ya? Jangan lupa makan siang juga ^^"
"@Nao_DKI48 selamat sore, tetap semangat menjalani hari ^_^ jangan lupa ashar ya"
"@Nao_DKI48 apakah kau melihat mentari tenggelam? Tandanya udah mau maghrib ^_^"
"@Nao_DKI48 jangan lupa makan malam, udah mau isya' nih. Makan dulu biar pas sholat nggak kepikiran :)"
"@Nao_DKI48 istirahat yang cukup ya? Jangan tidur malam2"
"@Nao_DKI48 oyasunao, have a nice dream .... dreamin' of me #eh"
Begitulah isi tweet-ku setiap hari. Sejak aku mengenalnya dan mulai nge-fans dengan kapten tim K5 itu, lebih dari lima buah tweet-ku kutujukan kepadanya, hanya untuk sekedar menyapa atau mengingatkannya.
"Mungkin juga nggak dibaca." pikirku. Tetapi aku tetap mengirimkan mention kepadanya setiap hari meski tidak pernah sekalipun dia membalasnya.
"Selamat pagi, terima kasih sudah mendukung dan mengingatkanku akan segala hal." tweet miliknya yang sepertinya ditujukan untuk anonim itu sudah cukup menyenangkanku. Hingga suatu hari ....
Tahun 6 Hari 130
"Kak @do2345671 bangun! Udah siang loh."
"@Nao_DKI48 udah bangun dari tadi weee."
Setelah mention pertama padaku di Twitter itu, mendadak banyak mention dari akun yang tidak aku kenal.
bersambung ....
No comments:
Post a Comment