Entah mengapa, pertanyaan ini sering ditanyakan kepadaku, tidak teman se-kos, teman bisnis, kenalan dan lain-lain. Seperti ini:
Tahun 5 Hari 261
"Mas Dodo sudah punya pacar?" tanya Pak Sukirman. Pak Sukirman adalah pengemudi taksi yang membawaku ke fX kala itu. Dia menanyakan itu ketika aku menyambangi tempat usaha busana muslim yang dijalankan bersama istrinya.
"Sudah, Pak. Kan minggu kemarin Bapak yang nganterin." jawabku bercanda.
"Itu sih Mas Dodo yang ngarep." katanya sambil tertawa.
Tahun 5 Hari 253
"Shin itu, sudah punya pacar?" tanya Minami.
"Belum." jawabku.
"Sou ka (Begitu, ya)." kata Minami sambil terlihat perasaan lega di wajahnya.
"Nan desu ka (Kenapa)?" tanyaku.
"Tidak, aku hanya mau tahu." jawabnya. Sepertinya dia hendak mengungkit perihal beberapa tahun yang lalu.
Tahun 5 Hari 0
"Mas Dodo sudah punya pacar belum?" tanya Yana.
"Belum, kenapa? Mau jadi pacarku?" tanyaku balik.
"Hahaha." Yana hanya tertawa sambil mukanya memerah.
Tahun 6 Hari 7
"Mas Dodo sudah punya pacar?" tanya Puji.
"Belum, Ji. Masih konsentrasi ngurusin bisnis dulu." jawabku.
"Pantesan." katanya.
"Pantesan kenapa?" tanyaku.
"Sepertinya kerjanya fokus banget. Enak ya nggak ada pikiran." jawabnya.
"Ya begitulah. Lagian siapa yang mau pacaran sama orang yang masa depannya belum jelas kayak aku gini, Ji." jawabku.
"Jangan gitu, Mas. Mudah-mudahan bisnis kita ini berkembang, ya?" katanya menyemangatiku.
"Amiin ya robbal'alamin." jawabku.
Tahun 4 Hari 124
"Bisnismu lancar tah?" tanya Didit.
"Alhamdulillah, Dit. Suwun yo (Terima kasih ya)." jawabku.
"Podho-podho. Koen iso teko kan wulan ngarep (Sama-sama. Kamu bisa datang kan bulan depan)?" tanyanya.
"Uka sek kadit osi mbalik Ngalam, Dit. Sori, yo (Aku masih tidak bisa kembali ke Malang, Dit. Maaf ya)?" jawabku.
"Oyi, tenang ae. Aku itreng kok. Ojok nggethu-nggethu bisnise, pikiren sisan koen kedepan (Iya, tenang saja. Aku ngerti kok. Jangan terlalu serius mengurusi bisnis, pikir juga masa depanmu)." katanya.
"Oyi, iki yo lagi nabung-nabung, Dit. Mugo-mugo ndang tak susul (Iya, ini juga menabung, Dit. Mudah-mudahan bisa segera menyusul)." jawabku.
"Koen wes ewud gendhakan tah (Kamu sudah punya pacar)?" tanyanya.
"Gurung je. Sopo seng gelem karo aku (Belum. Siapa yang mau sama aku)." jawabku.
Masih banyak lagi yang bertanya tentang siapa pacarku atau apakah aku sudah punya pacar atau belum. Diantara semua yang bertanya kepadaku hanya satu orang yang menanyakan hal tersebut dan akan merubah jalan hidupku.
Tahun 8 Hari 279
Aku sedang asyik mengutak-atik ponselku. Tiba-tiba ada notifikasi dari aplikasi Tweetcaster. "Oh, ada Direct Messege masuk." pikirku. Lalu kubuka pesan di Twitter itu.
"Kakak sudah punya pacar?" tanyanya.
"Belum, aku belum punya pacar." balasku.
"Ngapain nih anak tiba-tiba nanya beginian." pikirku.
Lalu aku teruskan mengutak-atik ponselku. Lebih kurang 10 menit aku mengutak-atik ponselku, aku masih menunggu balasan dari pesan sebelumnya. "Palingan tuh anak cuman iseng." pikirku. Tiba-tiba muncul notifikasi Direct Messege di ponselku. Aku buka pesan itu.
"Aku mau jadi pacar kakak." itulah pesan yang aku terima dari akun Twitter salah satu anggota idol group itu.
bersambung ....
No comments:
Post a Comment