Thursday, October 17, 2013

Sari

Tahun 7 Hari 78

"Kamu saja yang ambil." kataku.
"Nggak, kan kamu yang lihat duluan. Ambil saja." katanya.
"Aku cuma liat-liat doang, nggak niat beli." kataku.
"Jadi boleh buat aku?" tanyanya.
"Boleh, silahkan ambil aja." kataku.
"Makasih, ya?" katanya.
"Iya, sama-sama."

Setelah itu dia berlalu, aku masih mencari-cari CD yang sama di rak itu. Aku tidak dapat menemukannya.

"Mas, masih ada CD album Ayumi Hamasaki yang Love Again?"
"Sebentar, mas."

Penjaga toko tersebut kemudian mencari-cari CD yang aku maksud di tumpukan rak dihadapanku.

"Tadi ada sih, Mas. Sudah diambil orang kayaknya."
"Ada sisa stok nggak?" tanyaku.
"Saya cariin dulu ya?" katanya.

Dia bergegas pergi ke sebuah komputer yang berada di sudut toko itu. Setelah tak berapa lama, dia kembali menghampiriku.

"Habis, mas. Tinggal satu hari ini. Sepertinya sudah laku." katanya.
"Ya udah, makasih ya."

Aku lalu berjalan dengan sedikit lemas menuju pintu keluar toko itu.

"CD-nya habis, ya?" pertanyaan itu tiba-tiba mengagetkanku.
"Iya, tinggal satu-satunya. Tadi nyari di PI juga nggak ada." jawabku.
"Kalau nggak, CD-nya buat kamu aja deh." katanya.
"Jangan, kan kamu udah beli. Buat kamu aja." kataku.
"Tapi kamu sepertinya perlu." katanya.
"Nggak sih, cuman pengen buat didengerin aja. Eh, kalau aku pinjam sebentar buat aku copy boleh nggak? Sebagai gantinya aku traktir deh." tanyaku.
"Boleh sih." jawabnya.
"Kamu mau makan dimana?" tanyaku.
"Mana aja terserah." jawabnya.
"Makan ramen mau?" tanyaku.
"Boleh." jawabnya.

Kami pun segera beranjak meninggalkan toko musik itu. Kami menuju ke sebuah restoran ramen di lantai 4 mal tersebut. Setelah duduk, pelayan menawarkan kami menu. Tak disangka kami memesan menu yang sama. "Apakah ini jodoh?" pikirku. Kami menyukai jenis musik yang sama, artis yang sama, makanan yang sama. "Ah, cuma kebetulan." sisi lain otakku menimpali. Lalu aku mengeluarkan laptop dari tasku dan dia menyerahkan CD itu kepadaku. Sambil menunggu menyalin lagu itu, kami berbicara banyak hal. Tak kusangka ternyata obrolan kami nyambung.

"Oh, iya. Kita belum kenalan. Namaku Dodo." kataku memperkenalkan diri.
"Sari. Salam kenal." katanya.

Perlahan perasaanku menjadi aneh.

bersambung ....

No comments:

Post a Comment