Monday, September 16, 2013

Bisnis dan Kesenangan

Tahun 5 Hari 253

"Sesi berapa, Mas?" tanya Trias.
"Sesi 3" jawabku.
"Punya berapa tiket?" tanya Trias kembali.
"Empat doang."
"Nao-chan semua?" tanya Trias penasaran.
"Iya." jawabku.
"Wow, puas tuh." kata Tedy menimpali.
"Mas Dodo kan tipe-tipe setia, Ted. Nggak kayak kamu. Oshi kok ganti-ganti terus. Hahaha." ledek Aldi.

Lalu terdengar notifikasi pesan masuk di ponselku. Aku raih ponselku dari saku di dalam jaketku. "Rupanya ada SMS." kataku dalam hati. Setelah aku buka SMS tersebut, ternyata dari salah satu penyedia layanan jual beli di internet. Situs jual beli yang aku ikuti ini menyediakan tempat untuk berjualan gratis. Pembelipun akan merasa aman bertransaksi di situs ini. Di situs ini, pembayaran dari hasil transaksi ditahan oleh pengelola situs dan baru dibayarkan kepada penjual setelah pembeli mengkonfirmasi bahwa barang yang dibeli sudah sampai di tangannya.

SMS tersebut berisi bahwa ada transaksi pembelian atas jilbab yang aku jual di situs tersebut. Aku membuka situs tersebut melalui browser di ponselku. Ternyata benar ada transaksi pembelian jilbab sebanyak dua buah. Lalu aku beralih ke aplikasi Google Drive(4) untuk mengecek stok jilbab tersebut. Demi kepuasan pembeli, aku berniat mengirimkan jilbab itu hari ini. Sayangnya, aku juga tidak tahu sampai jam berapa nantinya aku baru bisa pulang ke kos. Selain itu, stok untuk jilbab itu hanya ada di aku. Biasanya beberapa motif jilbab juga aku berikan ke Maryana untuk dipasarkan. Andaikan Maryana memegang beberapa stok yang dibeli itu, tentu aku tinggal memintanya membantuku mengirimkannya.

"Ah, aku minta Yana ambil saja di kamarku, lalu minta dia mengirimkannya. Toh, dia juga sering main ke kos, Ibu pengurus kos juga sudah hafal." pikirku.

Sekejap itu pula, aku me-Whatsapp Maryana.
Yan, ambilin motif Shining Moon ama Singing Bird masing2 sebiji, ya?
Kunci kamarnya pinjem aja di Ibu kos, ntar aku telp Ibu kos klo kamu mau ambil jilbab.
Terus kirimin via kurir yang di depan gang itu ke ***(nama & alamat pembeli)***.
Ntar ongkir-nya aku ganti.
Makasih ^^
Itulah yang aku ketik di aplikasi Whatsapp. Tetapi, baris pertama yang terkirim ke Maryana tertulis sebagai berikut:
Yang, ambilin motif Shining Moon ama Singing Bird masing2 sebiji, ya?
"DAMN YOU AUTOCORRECT!" pikirku. Kenapa kata "Yan" dikoreksi sama keyboard ponselku menjadi "Yang"?
"Waduh, alamat salah persepsi nih." dan benar saja, Maryana langsung membalas seketika itu juga.
Iya sayang hehehe XD
Tumben manggil sayang :D
Langsung saja aku balas:
OTOKOREK WOYYYY!!! T_T
Dan dibalasnya:
Iya iya tau hahaha, ntar aku dimarahin sama minami-san lagi :))
Lalu aku akhiri percakapan di Whatsapp itu:
Hayah :(
Makasih ya, ntar tak beliin coklat kesukaanmu deh hehehe :D
Dan Maryana hanya menjawab dengan emoticon senyuman. Lalu aku menelepon tempat kos dan menyampaikan ke Ibu pengurus kos bahwa Maryana hendak kesana dan meminjam kunci kamarku untuk mengambil jilbab.

"Si Yana mau ke kos, Mas?" tanya Aldi.
"Ho oh. Mau ngambil jilbab." jawabku.
"Bisnisnya berkembang pesat ya, Mas?" tanya Tedy.
"Alhamdulillah, Ted."

"Jilbab ceweknya ketinggalan di kamar kos ya, Mas?" tiba-tiba pengemudi taksi tersebut, tidak ada angin tidak ada hujan, ikut nimbrung di omongan kami.
"Hah? Nggak, Pak. Itu temen saya mau ngambil jilbab buat dikirim. Saya jualan jilbab, Pak. Wah, bapak mikirnya yang nggak-nggak nih." belaku.

Seketika bapak pengemudi taksi dan teman-temanku tertawa.

"Hahaha, bercanda, Mas. Emang mas jualan jilbab?" tanya pengemudi tersebut.
"Iya, Pak." jawabku.
"Wah, nggak biasa loh cowok jualan jilbab. Biasanya cewek-cewek yang jualan jilbab. Hebat nih masnya." puji bapak tersebut.
"Ah, nggak, Pak. Makanya tadi saya dibantu sama teman saya tadi." ujarku.
"Oh, kirain tadi ceweknya, hehehe." kata bapak itu.
"Nggak, Pak. Bapak salah. Ini kita mau nyamperin ceweknya, hahaha." ujar Aldi membelaku sambil tertawa.
"Wah, mas-mas ini baik banget mau nganterin temennya ketemu ceweknya, hahaha." timpal bapak itu tertawa.
"Hahaha, nggak kok, Pak. Ini mau ketemu idola kita di fX Sudirman." ujarku.
"Oh, idol group itu, ya? Yang cewek-cewek ada 48 orang itu kan?" kata bapak itu.
"Bapak gaul juga ternyata, hahaha." jawab Tedy.
"Iya dong, anak saya juga ngefans kok. Terutama sama yang namanya Ayu-chin itu."
"Wah, kok sama ama saya, Pak?" timpal Tedy "Selera anaknya bagus, hahaha." imbuhnya.

Seketika seisi taksi itu tertawa. Lalu kami menjadi semakin akrab dan bapak pengemudi taksi tersebut bercerita tentang keluarganya. Bapak tersebut mengemudi taksi sebenarnya bukan untuk mencari nafkah untuk membiayai hidup. Tetapi guna mengumpulkan modal untuk istrinya yang bercita-cita mendirikan pabrik busana muslim. Saat ini istrinya memiliki tempat jahit yang membuat busana muslim, termasuk jilbab, dengan dibantu oleh anak tertuanya dan tujuh pegawai.

"Lumayan, Mas. Dari hasil itu udah cukup membiayai kebutuhan hidup. Jadi penghasilan saya nyupir murni ditabung buat ngumpulin modal." ujar bapak itu.
"Emang nyupir gini, sebulan bisa dapet berapa, Pak?" tanya Trias.
"Nggak tentu, Mas. Rata-rata sih saya bisa dapet tiga sampai empat jutaan bersih." jawab bapak itu.
"Wah, gede juga, ya?" jawab Trias.
"Alhamdulillah, Mas." jawab bapak itu.
"Perlu modal berapa lagi, Pak?" tanyaku.
"Pastinya nggak tau, Mas. Kemarin istri saya bilang sih, kira-kira masih perlu tiga puluh sampai empat puluh jutaan lagi. Wong mau bikin kecil-kecilan dulu kok." jawab bapak itu.

Entah kenapa, seketika itu juga, aku membuka internet banking melalui browser ponselku.

bersambung ....

No comments:

Post a Comment