Sunday, September 29, 2013

Kanojo?

Tahun 5 Hari 253

"Konnichiwa, Shin. (Selamat siang, Shin)" sapa gadis itu sambil melambaikan tangannya.
"Shin?" ucap Aldi penuh tanda tanya. Lalu aku berdiri dari kursi dan menghampiri gadis itu.

"Teman-teman, kenalin. Takada Minami-san." kataku
"Takada Minami desu. Yoroshiku onegaishimasu. (Nama saya Takada Minami, salam kenal dan mohon bantuannya)" kata gadis itu sambil menunduk sebagai tanda hormat.
"Yoroshiku ... (Salam kenal)" jawab Aldi, Tedy dan Trias hampir bersamaan
"Shin wa dare desu ka? (Shin itu siapa?)" tanya Aldi.
"Konohito. (Orang ini)" jawabnya sambil menunjuk ke arahku.
"Konohito no namae wa Shin nai. (Orang ini namanya bukan Shin)" jawab Aldi.

Seketika aku pun tertawa. Lalu aku menjelaskan kepada Aldi.

"Hahaha, kalian kan hanya tahu nama panggilanku Dodo, tanpa tau nama lengkapku, kan?" tanyaku.
"Emang nama lengkap Mas Dodo siapa?" tanya Tedy.
"Dmitry Sindoro." jawabku.
"Boong banget," kata Aldi "mana sini KTP-nya." pintanya.

Lalu keluarkan KTP dari dompetku. Seketika Tedy dan Trias mendekat ke Aldi. Setelah melihat KTP-ku, baru mereka percaya. Namaku memang unik. Menurut Ibuku, nama Dmitry adalah nama pemberian kakekku. Nama itu diberikan karena kakekku adalah seorang yang suka dengan hal-hal yang berbau Uni Soviet saat itu. Sedangkan nama Sindoro adalah nama dari keluarga ayahku.

Pemanggilan nama "Shin" padaku oleh Minami bukan hal yang aneh. Seperti nama Takada Minami. Takada adalah nama marga atau nama keluarga atau surname dari Minami. Sedangkan Minami adalah nama pemberian atau given name. Seperti itulah pemberian nama pada keluarga di Jepang. Posisi nama keluarga yang berada di depan ini lah yang membuat Minami menyangka bahwa Dmitry adalah nama keluargaku sedangkan Sindoro adalah nama pemberianku, sehingga dia leluasa memanggilku "Shin". Meski sudah aku jelaskan pada saat awal pertama kali kami bertemu beberapa tahun yang lalu, dia tetap memanggilku dengan panggilan itu.

"Takada-san wa ... ano ... Shin no kanojo? (Anu ... Takada-san itu pacarnya Shin?)" tanya Aldi.
"Ah ... iee ... (Ah .... bukan ....)" jawab Minami sambil mukanya merona karena pertanyaan Aldi.
"Bokutachi wa, tomodachi desu. (Kami cuma berteman)" kata Minami sambil sedikit tersenyum.
"Kawai. (Nggak usah diartiin ya)" kata Tedy dan Trias serempak ketika melihat Minami tersenyum. Muka Minami pun semakin memerah mendengar ucapan mereka.

"Jaa, ikimashou. (Jadi, ayo pergi)" kataku pada Minami.
"Hai, iku.(Ya, ayo)" jawab Minami.
"Eh, udah mau pergi, Mas?" tanya Aldi.
"Ho oh. Mau ngapain disini. Ntar kalian ganggu aja." kataku.
"Yah, kan masih mau ngobrol-ngobrol sama Takada-san." jawab Aldi.
"Gomen (Maaf), nanti kita jumpa lagi lain waktu." jawab Minami.
"Loh, bisa Bahasa Indonesia?" tanya Tedy.
"Bisa, sedikit." jawab Minami.
"Ya, nanti kapan-kapan kita janjian lagi ya, Takada-san?" tanya Aldi.
"Iya." jawab Minami sambil tersenyum.
"Gue cabut dulu ya, dah." jawabku.
"Itekimasu. (Saya pergi)" kata Minami sambil menunduk lalu melambaikan tangan ke arah ketiga temanku.

bersambung ....

No comments:

Post a Comment